Personal Blog @Fernanda Petrova, Blog yang membahas tentang Jenis Kain tradisional Nusantara

Sunday, October 1, 2023

KERAGAMAN MOTIF TENUN ULOS SUMATERA UTARA

 


Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang Baju Ulos Sumatra Utara. Berikut ulasannya.

Ulos merupakan busana turun temurun yang telah digunakan oleh masyarakat suku Batak, Sumatera Utara. Sama halnya dengan kain songket dalam pengerjaannya, Ulos menggunakan alat tenun tradisional dan bahan dasar Ulos adalah benang sutra. Kain Ulos umumnya memiliki motif yang berbeda-beda antara klain : kain ulos padang ursa, pinan lobu-lobu, pinuncaan, antak-antak, bintang marathi serta kain ulos boolean. Setiap jenis kain ulos akan dikenakan memiliki kegunaannya masing - masing. Ada tiga jenis Ulos yaitu:

Ulos Ragidup

Ulos ini memiliki derajat yang tinggi atau yang disebut dengan Ulos Nabalga, pembuatannya sangat sulit. Ragidup berarti lambang kehidupan. Oleh sebab itu setiap rumah tangga harus memilikinya. Ulos ini memiliki tiga bagaian yaitu : dua bagaian sisi ditenun sekaligus, sedangkan bagian tengahnya ditenun tersendiri.  


Ulos Ragi Hotang

Ulos ini juga termasuk berderajat tinggi dan dikenakan ketika sukacita, seperti upacara adat pernikahan. Ulos ini diberikan kepada pengantin baru dengan harapan agar memiliki ikatan batin.


Ulos Maratur.

Mempunyai motif garis-garis yang menggambarkan burung atau binatang-binatang yang tersusun teratur. Ulos ini diberikan kepada sukuran menempati rumah atau selamatan atas kelahiran anak pertama.


Namun saat ini, Ulos digunakan sebagai souvenir dengan tujuan agar dikenal oleh masyarakat luar Sumatera dan juga cara kita untuk melestarikan budaya.

Di Sumatera Barat , beberapa suku menggunakan Ulos sebagai baju tradisionalnya ;

1. Pakaian Adat Suku Batak Toba

Sesuai dengan namanya, suku Batak Toba bermukim di sekitar wilayah Danau Toba. Pakaian adat yang digunakan adalah kain hasil tenunan yang diberi nama Kain Ulos. Suku Batak Toba umumnya menggunakan benang dengan warna putih, hitam, emas, merah ataupun perak untuk membuat ulos. Pakaian adat pria dari Suku Batak toba , bagian atas pakaiannya disbut ampe-ampe sementara bagian bawahnya disebut dengan singkot.Sedangkan untuk perempuan , bagian atasnya disebut hoba-hoba dan bagian bawahnya disebut sebagai haen. Biasanya pakaian adat ini dilengkapi dengan aksesoris seperti penutup kepala yang disebut bulang-bulang sebagai pengikat kepala yang dikenakan oleh pria sementara untuk perempuan dilengkapi dengan selendang Ulos.

2. Pakaian Adat Suku Karo

Suku Toba memiliki kain ulos yang khas yaitu kain ulos yang terbuat dari pintalan kapas dan disebut dengan uis gara. Uis gara artinya adalah kain merah dikarenakan proses pembuatannya menggunakan benang berwarna merah. Warna merah ini dipadupadankan dengan warna benang yang lainnya seperti warna perak atau emas agar hasilnya terlihat menarik. Ada beberapa jenis kain uis gara yaitu :  Pakaian adat dengan kain uis beka buluh menyimbolkan kebesaran, pakaian uis gatip jongkit menyimbolkan kekuatan. 

Untuk pakaian pria, umumnya menggunakan jas dan dasi serta  dilengkapi dengan kain uis gara untuk dililitkan di sekitar badan. Selaian dililitkan di sekitar badan, kain uis gara juga digunakan sebagai penutup kepala yang dibentik menjulang ke arah atas. Penutup kepala ini melambangkan mengenai ketinggian dari budi luhur masyarakat suku Karo.

3. Pakaian Adat Suku Mandailing , Tapanuli Selatan Padang Lawas

Pakaian adat Suku Mandailing hampir sma bentuknya dengan suku Batak toba, dikarenakan Mandailing menggunakan kain ulos sebagai material bajunya. Bedanya pada aksesoris yang digunakan baik oleh pria maupun wanita. Aksesoris pada wanita Mandailing disebut bulang yaitu perhiasan yang dikenakan di kepala dan menjuntai hingga kening, aksesoris bulang ini terbuat dari logam serta sepuhan emas lainnya. Sedangkan aksesoris untuk pria disebut dengan Ampu. Ampu biasanya berwana hitam dan diberikan tambahan hiasan emas yang menyimbolkan kebesaran.

4. Pakaian Adat Suku Batak Angkola

Pakaian adat dari Suku Batak Angkola memiliki bentuk yang mirip dengan pakaian adat dari suku Batak Mandailing. Perbedaannya ada pada pakaian perempuan yang didominasi oleh warna merah dan mengenakan selendang yang diselempangkan di bagian badannya.

Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.

Share:

0 comments:

Post a Comment

Translate

Pages

Powered by Blogger.