Personal Blog @Fernanda Petrova, Blog yang membahas tentang Jenis Kain tradisional Nusantara

Sunday, October 1, 2023

KAIN TRADISIONAL JAWA JARIK SIDO ASIH

 

Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang Jarik Sido Asih. Berikut ulasannya.


Jarik Sido Asih memiliki karakteristik pola semen yang berasal dari kata semi. Jarik ini bermuatan gambar tumbuhan atau gunung yang merupakan tempat berseminya tanaman. Selain itu juga ada ornamen tangkai tanaman, kuncup bunga, dedaunan dan bahkan bunga. Secara filosofi, sido asih ini memiliki artian pengharapan manusia akan kehidupan yang penuh kasih sayang. Jarik ini berasal dari Yogyakarta dan Surakarta. Sido Asih yang berasal dari Yogyakarta biasanya digunakan oleh pengantin perempuan saat memasuki malam midodareni. 

Motif ini berupa geometris segi empat berwarna coklat. banyak mengandung doa agar kehidupan rumah tangganya selalu dipenuhi kasih sayang, harmonis dan saling mencintai. Pemakaian jarik ini pada era kerajaan atau keraton digunakan oleh putri raja yang akan menjadi pengantin. Begitu juga dengan zaman sekarang, jarik ini digunakan oleh kalangan mana saja yang akan menjadi pengantin. Jarik sendiri merupakan lembaran kain yang di ikat atau tanpa membutuhkan jahitan

Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.
Share:

KEINDAHAN KAIN TRADISIONAL MATARAM KAIN JARIK SIDO LUHUR

 

Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang Jarik Sido Luhur. Berikut ulasannya.


Jarik Sido Luhur diciptakan oleh Ki Ageng Henis, kakek dari Panembahan Senopati yaitu pendiri Mataram Jawa serta cucu dari Ki Ageng Selo. Menurut cerita, motif jarik ini dibuat untuk anak keturunannya. Dengan harapan agar pemakainya dapat berhati serta berpikir luhur sehingga dapat berguna bagi masyarakat di sekelilingnya.

Jarik ini merupakan jarik keraton yang berkembang di Yogyakarta maupun Surakarta. Motif yang terkandung dalam jarik ini adalah mengenai keluhuran karena pada umumnya orang jawa ketika menjalani kehidupan mencari keluhuran baik materi maupun non materi. Jarik ini biasanya digunakan oleh pengantin putri pada malam pengantin.

Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.

Share:

SENTUHAN ALAM KAIN TRADISIONAL SOLO KAIN SEKAR JAGAD

Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang Jarik Sekar Jagad. Berikut ulasannya.


Jarik Sekar Jagad dikenal di kalangan daerah Jogja dan Solo dengan ciri khas berwarna coklat sogan. Ciri khas jarik ini ada pada garis-garis lengkung menyerupai bentuk pulau yang berdampingan satu sama lain. Motifnya tidak beraturan dan ditandai dengan adanya isen-isen artinya berasal dari kata isi , dimana bentuk pulau tersebut memiliki beragam motif seperti kawung, truntum, lereng, flora fauna dan lainnya. Namun seiring dengan perkembangan zaman, jarik ini meluas ke daerah lain hingga Madura dan Bali. Masing-masing daerah memberikan kekhasannya baik dari motif maupun warnanya.

Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.

Share:

JARIK KLASIK TRADISIONAL JAWA SIDO MULYO


Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang Jarik Sido Mulyo. Berikut ulasannya.


Dahulunya jarik ini merupakan salah satu motif klasik yang khusus dipergunakan mempelai wanita dalam pernikahan keturunan raja dan bangsawan di Jawa. Jarik ini melambangkan harapan baik agar penggunanya mendapatkan kemulian, keluarga yang harmonis dan status sosial yang dihormati. Namun dengan perkembangnya zaman, jarik ini bisa digunakan oleh siapapun. Motif jarik ini mempunyai warna khas yaitu berlatar putih yang berlatar belakang berupa bidang-bidang geometris dan diisi antara lain motif garuda, bangunan, kupu-kupu, pohon hayat. 

Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.

Share:

SENTUHAN FLORA FAUNA DALAM KAIN JARIK SIDOMUKTI


Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang Jarik Sidomukti. Berikut ulasannya.

Konon untuk motif ini sudah ada sejak zaman Paku Buwono IV. Motif ini dimodifikasi dari motif Sidomulyo yang  sudah ada pada zaman Mataram Kartasura. Modifikasi yang dimaksud adalah dengan memasukkan unsur latar ukel, ornamen sawut  dan cecekan pada bagian dalammya. Penggunaan Jarik Sidomukti seringkali dipakai oleh calon pengatin dalam acara lamaran, siraman, ijab qobul atau resepsi. Dengan harapan agar pengantin akan mendapatkan kebahagiaan lahir batin, kesuksesan, kemuliaan dan kesejahteraan.

Motif Jarik Sidomukti ini memiliki kesamaan dengan motif sidomulyo dan sidoluhur. Bedanya sidomukti lebih rumit dengan isen titik tiki dan ukel. Sidomulyo mempunyai latar belakang warna putih untuk gagrak Jogja atau coklat soga untuk gagrak Solo. Ornamen yang ada di Sidomukti beraneka ragam. Seperti ornamen kupu-kupu, singgasana atau tahta, bunga, gunung atau meru, isen-isen sebagai pelengkap. Ornamen kupu-kupu mempunyai makna pembebasan, pencerahan ataupun puncak dari kesempurnaan. Ornamen Singgasana bermakna harapan manusia untuk dapat meningkatkan derajatnya lebih baik , menjadi mulia dan dihormati orang lain. Ornamen bunga menggambarkan kecantikan dan keindahan . Ornamen meru atau gunung melambangkan sikap para suci dan dewa yang mampu mengendalikan hawa nafsu. Seta ornamen isen-isen yang berupa titik-titik dan garis yang berfungsi sebagai pengisi ruang kosong di antara ornamen utama.

Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.

Share:

ARTI, JENIS DAN MOTIF KAIN JARIK TRADISIONAL NUSANTARA


Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang Jarik. Berikut ulasannya.


Jarik yang artinya Ojo gampang sirik dalam bahasa Jawa nya yang artinya jangan mudah iri. Ada makna yang terkandung dalam jarik yaitu menanggapi segala masalah yang terjadi mesti berhati-hati. Jarik adalah jenis kain khas yang mempunyai motif batik dengan berbagai corak yang berasal dari Jawa, tepatnya dari jawa tengah dan jawa timur. Jarik yang akan digunakan sebagai bawahan berkebaya, sebelumnya diwiru ujungnya sedemikian rupa. Saat ini, penggunaan jarik bisa kita jumpai di acara pernikahan atau acara adat di keraton. Jarik bisa menggambarkan seseorang itu berasal dari mana karena setiap daerah memiliki ciri dan motif kain jarik masing-masing.

Dulunya, jarik digunakan sebagai bawahan sehari hari dengan kebaya sebagai atasannya, selain itu juga jarik digunakan sebagai gendongan dan alas tidur bayi. Hal ini karena sifat kain jarik yang adem atau dingin dan lembut sehingga cocok dengan kulit bayi. Selain itu juga jarik dipakai bagi perempuan yang baru melahirkan. Dalam bahasa Jawa disebut telesan yang artinya basahan.

Jarik memiliki beberapa motif, yaitu : 

Sidomukti

Sidomukti mempunyai arti yaitu sido dalam bahasa jawa artinya jadi dan mukti yang artinya mendapatkan kebahagian lahir batin, kesuksesan, kemuliaan dan kesejahteraan. Jarik ini menjadi jarik yang populer di kalangan masyarakat.

Sido Mulyo

Sidomulya mempunyai arti Sido artinya jadi dan mulyo artinya kemuliaan. Jarik ini berasal dari Surakarta, Jawa Tengah. Motif yang digunakan berawalan sida yang artinya berarti jadi.

Sekar Jagad

Sekar jagad memiliki arti cantik serta indah merupakan jarik yang berasal dari Yogyakarta. Jarik ini merupakan salah satu motif jarik batik yang memberikan kesan tentang peta dunia karena tampilannya yang mempesona

Sido Luhur

Jarik ini seringkali dipakai oleh mempelai wanita di malam sebelum mengadakan acara pernikahannya. Makna dari kain bermotif ini adalah mengharapkan pemakainya agar mencapai kedudukan yang tinggi sehingga dapat menjadi panutan bagi warga masyarakat yang ada.

Sido Asih

Arti dari sidoasih yaitu hidup rumah tangga yang akan dipenuhi dengan cinta dan penuh kasih sayang. Jarik ini biasanya digunakan oleh pasangan pengantin di adat Jawa

Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.

Share:

KERAGAMAN MOTIF TENUN ULOS SUMATERA UTARA

 


Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang Baju Ulos Sumatra Utara. Berikut ulasannya.

Ulos merupakan busana turun temurun yang telah digunakan oleh masyarakat suku Batak, Sumatera Utara. Sama halnya dengan kain songket dalam pengerjaannya, Ulos menggunakan alat tenun tradisional dan bahan dasar Ulos adalah benang sutra. Kain Ulos umumnya memiliki motif yang berbeda-beda antara klain : kain ulos padang ursa, pinan lobu-lobu, pinuncaan, antak-antak, bintang marathi serta kain ulos boolean. Setiap jenis kain ulos akan dikenakan memiliki kegunaannya masing - masing. Ada tiga jenis Ulos yaitu:

Ulos Ragidup

Ulos ini memiliki derajat yang tinggi atau yang disebut dengan Ulos Nabalga, pembuatannya sangat sulit. Ragidup berarti lambang kehidupan. Oleh sebab itu setiap rumah tangga harus memilikinya. Ulos ini memiliki tiga bagaian yaitu : dua bagaian sisi ditenun sekaligus, sedangkan bagian tengahnya ditenun tersendiri.  


Ulos Ragi Hotang

Ulos ini juga termasuk berderajat tinggi dan dikenakan ketika sukacita, seperti upacara adat pernikahan. Ulos ini diberikan kepada pengantin baru dengan harapan agar memiliki ikatan batin.


Ulos Maratur.

Mempunyai motif garis-garis yang menggambarkan burung atau binatang-binatang yang tersusun teratur. Ulos ini diberikan kepada sukuran menempati rumah atau selamatan atas kelahiran anak pertama.


Namun saat ini, Ulos digunakan sebagai souvenir dengan tujuan agar dikenal oleh masyarakat luar Sumatera dan juga cara kita untuk melestarikan budaya.

Di Sumatera Barat , beberapa suku menggunakan Ulos sebagai baju tradisionalnya ;

1. Pakaian Adat Suku Batak Toba

Sesuai dengan namanya, suku Batak Toba bermukim di sekitar wilayah Danau Toba. Pakaian adat yang digunakan adalah kain hasil tenunan yang diberi nama Kain Ulos. Suku Batak Toba umumnya menggunakan benang dengan warna putih, hitam, emas, merah ataupun perak untuk membuat ulos. Pakaian adat pria dari Suku Batak toba , bagian atas pakaiannya disbut ampe-ampe sementara bagian bawahnya disebut dengan singkot.Sedangkan untuk perempuan , bagian atasnya disebut hoba-hoba dan bagian bawahnya disebut sebagai haen. Biasanya pakaian adat ini dilengkapi dengan aksesoris seperti penutup kepala yang disebut bulang-bulang sebagai pengikat kepala yang dikenakan oleh pria sementara untuk perempuan dilengkapi dengan selendang Ulos.

2. Pakaian Adat Suku Karo

Suku Toba memiliki kain ulos yang khas yaitu kain ulos yang terbuat dari pintalan kapas dan disebut dengan uis gara. Uis gara artinya adalah kain merah dikarenakan proses pembuatannya menggunakan benang berwarna merah. Warna merah ini dipadupadankan dengan warna benang yang lainnya seperti warna perak atau emas agar hasilnya terlihat menarik. Ada beberapa jenis kain uis gara yaitu :  Pakaian adat dengan kain uis beka buluh menyimbolkan kebesaran, pakaian uis gatip jongkit menyimbolkan kekuatan. 

Untuk pakaian pria, umumnya menggunakan jas dan dasi serta  dilengkapi dengan kain uis gara untuk dililitkan di sekitar badan. Selaian dililitkan di sekitar badan, kain uis gara juga digunakan sebagai penutup kepala yang dibentik menjulang ke arah atas. Penutup kepala ini melambangkan mengenai ketinggian dari budi luhur masyarakat suku Karo.

3. Pakaian Adat Suku Mandailing , Tapanuli Selatan Padang Lawas

Pakaian adat Suku Mandailing hampir sma bentuknya dengan suku Batak toba, dikarenakan Mandailing menggunakan kain ulos sebagai material bajunya. Bedanya pada aksesoris yang digunakan baik oleh pria maupun wanita. Aksesoris pada wanita Mandailing disebut bulang yaitu perhiasan yang dikenakan di kepala dan menjuntai hingga kening, aksesoris bulang ini terbuat dari logam serta sepuhan emas lainnya. Sedangkan aksesoris untuk pria disebut dengan Ampu. Ampu biasanya berwana hitam dan diberikan tambahan hiasan emas yang menyimbolkan kebesaran.

4. Pakaian Adat Suku Batak Angkola

Pakaian adat dari Suku Batak Angkola memiliki bentuk yang mirip dengan pakaian adat dari suku Batak Mandailing. Perbedaannya ada pada pakaian perempuan yang didominasi oleh warna merah dan mengenakan selendang yang diselempangkan di bagian badannya.

Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.

Share:

LIMPAPEH RUMAH NAN GADANG SUMATERA BARAT

 

Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang BUNDO KANDUANG SUMATERA BARAT. Berikut ulasannya.

Bundo Kanduang atau yang dikenal di masyarakat Sumatera Barat dengan sebutan Limpapeh Rumah Nan Gadang. Limpapeh artinya tiang tengah dari bangunan rumah adat Sumatera Barat. Pakaian ini digunakan sebagai pakaian adat Minangkabau yang dikenakan oleh wanita yang telah menikah. Ciri khasnya yaitu penutup kepala yang berbentuk runcing dan bercabang menyerupai tanduk kerbau. Pemakaian tengkuluk sendiri digunakan sebagai perlambangan perempuan sebagai pemilik rumah gadang. Selain itu juga menggunakan baju kurung, kain salempang atau yang disebut dengan selendang, kain sarung serta perhiasan kalung dan anting. Kelengkapan baju bundo kanduang ini terbuat dari kain songket dan diletakkan di pundak pemakaianya. 

Bahan yang digunakan pada tengkuluk adalah kain songket hasil tenun yang tebal dan dipadukan dengan benang emas sebagai ciri khas Minangkabau. Baju batabue atau baju bertabur adalah baju kurung (naju) yang dihiasi dengan taburan pernik benang emas. Pernak pernik dengan sulaman emas tersebut melambangkan kekayaan alam ranah Minangkabau. Corak dari sulaman tersebut mempunyai 4 waran pada baju batabue yaitu merah, hitam, biru dan lembayung. Di bagian tepi lengan dan leher ada hiasan yang disebut minsie

Minsie merupakan sulaman yang menyimbolkan bahwa perempuan Minang harus taat pada batas-batas suku adat. Sarung Lambang merupakan bawahan pelengkap pakaian Bundo Kanduang. Sarung tersebut ada yang berupa songket, ada juga yang berikat. Sarung dikenakan untuk menutupi bagian bawah tubuh dengan cara diikat pada pinggang. Kain sarung adalah kain balapak bersulam benang emas, tenunan Pandai Sikat juga. Salempang yang digunakan adalah kain yang terbuat dari songket, berbentuk empat persegi panjang terbuat dari benang katun warna merah. Selain itu juga dilengkapi dengan aksesoris seperti gelang, kalung.

Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.

Share:

KEUNIKAN MOTIF PAKAIAN SANGKARUT KALIMANTAN TENGAH

 

Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang Sangkarut Kalimantan Tengah Jenis dan Motifnya. Berikut ulasannya.


Sangka artinya pembatas, yang memiliki filosofi bahwa baju ini dapat membatasi dan menangkal setiap gangguan para roh halus yang akan datang pada pemakainya serta dipercaya dapat melindungi dari pengaruh orang jahat bagi pemakainya.

Baju Sangkarut atau yang dikenal dengan baju basulau dibuat oleh suku Dayak Ngaju yang bermukim di daerah Sungai Kapuas, Kalimantan Tengah. Baju Sangkarut merupakan pakaian rompi yang dilapisi oleh Sulau ( kerang ). Baju ini terbuat dari bahan yang mengandung serat daun nanas, serat daun lemba, serat tengang dan serat nyamu. Kulit nyamu atau kulit daun lemba merupakan kulit tumbuhan pinang puyuh yang banyak ditemukan di ekosistem hutan hujan tropis seperti di Kalimantan. 

Sangkarut dihiasi dengan lukisan dari cat alami seperti tempelan kulit trenggiling, manik-manik dan benda magic. Menurut sejarah, pada perang di Kuta Bataguh, kesatria Dayak Ngaju menggunakan pakaian ini dalam menghadapi serangan pasukan musuh dari Negeri Sawang.

Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.

Share:

Saturday, September 30, 2023

PAKAIAN ADAT JAWA BARAT BEDAHAN


Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang Bedahan Jawa Barat. Berikut ulasannya.

Bedahan adalah pakaian adat Jawa Barat yang dikenakan oleh kaum pria dari kaum menengah yang berprofesi pedagang atau saudagar, pamong praja. Dahulunya warna yang digunakan adalah warna putih namun seiring dengan perkembangan zaman, warna yang digunakan tidak saja putih. Baju adat ini merupakan jas khas Suku Sunda yang terlihat seperti jas takwa dengan kerah seleher dan dilengkapi oleh kancing. 

Jas ini dilengkapi dengan satu saku yang berada di bagian atas dan juga dua saku di bagian kanan dan kiri bawah. Pada baju ini, arlogi emas dimasukkan ke dalam saku di bagian atas sebelah kiri dan dikaitakn ke bagian tengah baju bedahan. Sebagai bawahan, baju adat ini menggunakan kain kebat. Kain kebat merupakan kain batik panjang yang digunakan dengan cara membelitkannya di pinggang dari kiri ke kanan. Agar terlihat rapi, bagian kepala menggunakan penutup kepala yang disebut bengker, Saat ini Baju adat Bedahan dapat digunakan oleh siapapun dari golongan manapun.

Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.

Share:

KEMILAU BAJU BETABUR BENGKULU

 

Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang baju betabur dari Bengkulu. Berikut ulasannya.

Baju Betabur Bengkulu merupakan baju yang digunakan oleh pengantin wanita. Biasanya warna yang digunakan adalah warna kuning dengan ukuran pakaian panjang dan jenis kain beludru bertabur serta kebaya yang terbuat dari kain sutera tipis. Karena dalam pakaian tersebut terdapat banyak taburan, maka masyarakat Bengkulu menyebutnya “ BAJU BERTABUR”. Baju ini terbuat dari kepingan perak bersapuh emas dan terdiri dari hiasan tabur-penabur yang dipasangkan di seluruh permukaan bajunya. Sedangkan di bagian pinggiran baju serta kedua lenggan akan diberikan tabur rendo. Selain itu juga di sekeliling pinggiran baju akan diberikan tabur karang patu dengan bentuk segitiga sama kaki, diantara segita tersebut dipasangkan tabur selaguri. Untuk mempercantik penampilan diberikan aksesoris.

Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.
Share:

SENTUHAN JENIS KAIN SARUNG DALAM TELUK BELANGA RIAU

 

Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang Teluk Belanga Riau. Berikut ulasannya.

Teluk Belanga adalah nama pakaian pria tradisional dari Riau sedangkan untuk wanita disebut  kebaya Labuh. Teluk belanga adalah salah satu varian dari baju kurung selain baju kurung cekak musang. Baju kurung untuk laki-laki dipakai dengan pasangan celana dan kain samping.

Jenis kain yang digunakan yaitu kain songket atau kain tapih atau kain dagang.

Kain dagang merupakan “kain sarung “ biasa yang di pakai oleh pria maupun wanita sebagai pelengkap berpakaian Melayu. Bagi pria, kain dagang dipakai dengan cara di sarung di badan menutupi sebagian celana. Dalam tradisi Lingga- Riau , Kain dagang bermakna menujukkan kesopanan dan kesantunan dalam berpakaian. Begitu pentingnya kain dagang sebagai pakaian terhormat kaum pria Melayu, Sultan dan Raja di Lingga Riau memakai sebagai pakaian modern dengan dipadankan dengan kain dagang. Adadua jenis kain dagang yaitu kain dagang dalam dan kain dagang luar. Kain dagang dalam adalah kain yang dipakai di dalam baju, Di Lingga, kain dagang dalam  merupakan pakaian khas yang digunakan dalam Teluk Belanga . Sedangkan kain dagang luar di gunakan  sebagai baju kurung cekak Musang. 

Di acara resmi seperti upacara adat, hari raya,  Pakaian Teluk Belanga yang menggunakan kain dagang dipadupadankan dengan kain songket dan telapuk.

Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.
Share:

MOTIF ELEGAN PADA KEBAYA RANCONGAN MADURA

 

Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang Kebaya Rancongan Madura. Berikut ulasannya.

Dari segi penampilan pakaian adat Jawa Timur menampilkan ketegasan namun menjunjung tinggi nilai estetika. Sama seperti karakter orang-orangnya yang memang tegas, bicara apa adanya, namun masih menjunjung tinggi kesopanan sikap dan tutur kata. 

Kebaya Rancongan Madura mempunyai motif yang sederhana namun elegan. Kebaya ini sering kali terbuat dari kain tipis yang menerawang, mirip dengan brokat serta memberikan sentuhan anggun dan mewah pada pakaian tersebut. Agar serasi dengan bawahannya, kebaya ini dipadupadankan dengan menggunakan kain batik panjang seperti rok.

Motif yang umum digunakan dalam kebaya ini antara lain Motif Lasem, Strojan dan Tabiruan. 

Kebaya ini sering kali dipakai oleh wanita wanita Madura pada berbagai kesempatan penting seperti upacara adat, kegiatan sosialnya. 

Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.
Share:

PERPADUAN KERAGAMAN PADA KEBAYA ENCIM BETAWI


Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang Kebaya Encim Betawi. Berikut ulasannya.

Encim berasal dari bahasa Hokkien yang berarti Bibi. Sebutan encim untuk kebaya ini muncul karena pada saat itu, para Encim selalu menggunakan pakaian berbahan dasar kain dengan sentuhan bordir, payet dan pelipit. Baju tradisional ini merupakan perpaduan anatar budaya Betawi, Melayu dan Belanda. Ciri khas kebaya encim adalah warna dan motif yang digunakan melambangkan kemakmuran dan keberuntungan, seperti warna kuning, merah, orange dan hijau. Motif yang digunakan berupa bunga peony, persik, burung bangau.

Kebaya Encim biasanya menggunakan kain katun dan organdi. Kebaya ini bentuknya lebih tipis dan ringan, terlihat transparan dan sedikit terlihat berkilau. 

Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.
Share:

Thursday, September 28, 2023

BAJU ADAT SUKU SASAK LOMBOK

 

Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang Baju Adat Suku Sasak Lombok. Berikut ulasannya.

Suku asli pulau Lombok adalah suku sasak. Pakaian adat Suku Sasak terbagi dalam dua bagian yakni pakaian adat untuk laki laki dan wanita. Untuk pakaian wanita disebut dengan pakaian Lambung dan pakain laki laki disebut pakaian Pegon. 

Dalam baju adat suku sasak ini, kain yang digunakan untuk pakaian wanita adalah menggunakan kain tenun panjang dengan ciri khas Lombok yaitu Lempot dan kereng serta baju yang terbuat dari bahan beludru atau brokat berwarna gelap. Sedangkan untuk pakain laki laki adalah menggunakan kain songket Lombok yaitu Leang atau Dodot. Selain itu Pegon menggunakan.

Sedangkan pakaian Pegong menggunakan mahkota yang ditaruh diatas kepalayang disebut Cappuq atau Sapuk. Pegong merupakan baju yanng mendapat pengaruh adat jawa dan mengadopsi model jas Eropa.

Leang atau Dodot, merupakan kain songket yang berfungsi untuk menyelipkan keris. Kain ini digunakan dengan cara melilitkannya di sekeliling pinggang sehingga terlihat seperti ikat pinggang. 

Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.

Share:

KEUNIKAN BAJU ADAT SUKU ROTE NUSA TENGGARA TIMUR

 

Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang Tenun Ulap Doyo Kalimantan Timur. Berikut ulasannya.

Suku Rote merupakan suku yang bermigrasi dari pulau Seram, Maluku, menuju pulau Rote. Suku Rote memiliki pakaian adat yang disebut tenun ikat. Para pria akan menggunakan lengan panjang putih panjang, dengan bawahan sarung tenun ikat berwarna gelap. Selendang dari kain motif diselempangkan ke bahu untuk menutup dada. 

Sementara wanita nya memakai perpaduan kebaya dan bawahan dari kain tenun. Serta dilengkapi dengan aksesoris khas seperti perhiasan berbentuk bulan sabit. Keunikan dari ciri khas ini adalah pada bagian tutup kepala yang digunakan oleh pria, disebut dengan Ti’i Langga. Bentuknya mirip seperti topi Sombrero yang dipakai oleh masyarakat Meksiko. Biasanya masyarakat suku Rote menggunakan pakaian adat ini dalam acara adat maupun acara besar penting lainnya.

Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.

Share:

PAKAIAN ADAT LAMPUNG SAIBATIN

 

Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang Saibatin Lampung. Berikut ulasannya.

Saibatin bermakna satu batin atau memiliki satu junjungan. Hal ini merupakan tatanan sosial di dalam Suku Saibatin yang hanya menerapkan satu orang raja adat di setiap generasi kepemimpinan. Baju adat Lampung Saibatin memiliki ciri khas berwarna merah menyala. Bagi pria menggunakan tutup kepala dengan ikat pukuk atau kikat. Bajunya lengan panjang berwarna putih ditutupi jas.Untuk pakaian kebesaran pria, dikenakan selempang kain putih atau kuning dari kain limar. Kain tumpal sebatas lutut yang diperkuat ikat pinggang buduk berfungsi menutup celana waran gelap. Di pinggang sebalah kanan miring ke kiri, disisipkan keris.  Sedangkan untuk wanita memakai baju kawai maju yang terbuat dari bahan beludru bermotif bunga. Ditambah dengan menggunakan aksesoris dan perhiasan. Mahktota yang digunakan pada wanita disebut siger dengan hiasan bunga daun bambu atau bunga melur. 

Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.

Share:

CORAK KAIN SURJAN YOGYAKARTA

 

Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang Surjan Yogyakarta. Berikut ulasannya.

Pakaian adat Surjan Yogyakarta menggunakan kain lurik. Pakaian ini digunakan pada saat pelaksanaan upacara adat yang dipadukan dengan kain jarik dan blangkon. Dahulunya, pakaian ini didesain oleh Sunan Kalijaga dan digunakan oleh raja-raja Mataram hingga saat ini. Kata Surjan diambil dari bahasa arab” sirajan munira” yang artinya cahaya yang menerangi. Pakaian surjan memiliki motif garis lurus yang sejajar yang artinya pemisah. Maksud dari pakaian ini adalah melambangkan batas antara kebaikan dengan keburukan.

Dalam perkembangannya, motif lurik tidak hanya garis membujur saja, tetapi terdapat motif kotak. Selanjutnya muncul surjan ontrokusuma yang bermotif bunga. Jenis dan motif kain ini terbuat dari kain sutra bermotif hiasan berbagai macam bunga. Biasanya surjan jenis ini digunakan oleh pejabat dan kalangan bangsawan keraton.

Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.

Share:

KEINDAHAN KEBAYA JAWA TENGAH

 

Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang Kebaya Jawa Tengah. Berikut ulasannya.

Filosofi yang terkandung dalam kebaya adalah kesabaran dan lemah lembut. 

Kebaya identik dengan pakaian tradisional dari Jawa. Kebaya Jawa Tengah memiliki tampilan yang klasik dan berkelas serta menyimpan misterius. Biasanya kebaya digunakan untuk acara formal, upacara adat, pernikahan. Umumnya kebaya Jawa Tengah berwarna hitam. Awalnya kebaya yang digunakan oleh wanita menggunakan kemben sebagai daleman dan diselaraskan dengan bentuk tubuh wanita yang artinya perempuan Jawa diharuskan bisa menyesuaikan diri dan menjaga diri sendiri dimanapun mereka berada, serta memerlukan stagen dan tapih tanjung untuk mengencangkan bagian perut dan pinggang. Namun seiring dengan berkembangnya zaman, banyak warna yang digunakan dalam kebaya ini dan jenis kebaya yang diperuntukan untuk wanita berhijab.

Kain yang biasanya digunakan untuk pembuatan kebaya adalah jenis kain brokat, kain sutra, kain katun, kain organdi,chiffon,kain tulle,kain jumputan, kain bluduru, kain nilon.

Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.

Share:

BAJU BODO SULAWESI SELATAN

 

Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang Baju Bodo. Berikut ulasannya.

Baju Bodo yang berasal dari Sulawesi Selatan atau Makassar atau Bugis Makasar merupakan baju adat asli yang kerap digunakan dalam berbagai acara adat maupun pernikahan. Baju bodo menjadi baju adat tertua yang telah ada sejak abad IX. Arti dari Baju bodo atau ponco adalah : pendek. Baju ini berbentuk blus yang longgar ukurannya dengan lengan pendek dan menggelembung di bagian punggung. Pakaian ini dikombinasikan dengan sarung  serta ikat pinggang serta perhiasan. Dahulu sarung yang digunakan adalah jenis sarung sutra. 

Bahan dasar baju bodo adalah bahan muslin yaitu kain hasil tenunan benang katun. Warna yang digunakan pun beragam. Seperti warna hijau diperuntukkan untuk kaum bangsawan, warna merah untuk gadis belia. Namun seiring dengan berjalannya waktu, warna yang digunakan dalam baju bodo dapat dipakai oleh siapa saja.

Jenis kain yang bisa digunakan dalam baju bodo antara lain : 

Kain Muslin. 

Kain katun dengan tenunan polos dan bertekstur halus. Umumnya digunakan untuk pakaian bayi.

Organza

Dahulu kain ini dibuat dengan menggunakan kain sutra. Namun saat ini dengan menggunakan serat nilon, rayon atau poliester.

Chiffon

Kain ini bersifat tpis , menerawang dan licin sehingga membutuhkan puring sebagai lapisan dalamnya.

Crepe

Kain ini bentuknya lentur dan bertekstur sedeikit kasar serta berekrut pada permukaannya

Satin

Kain ini merupakan kain yang licin bahannya dan mengkilap di bagian luarnya sehingga memberikan kesan mewah dan elegan serta ditenun pembuatannya dan menghasilkan bahan yang halus dan rapet.

 Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.

Share:

BAJU ADAT TRADISIONAL NUSANTARA JENIS DAN MOTIF

 

Hallo sahabat Fernanda, kembali lagi kita bahas tentang seputar berbahan kain, kali ini walaupun bentuknya bukan kain tapi masih berbagan dasar sama yaitu Baju Adat Tradisional Nusantara.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan budayanya. Salah satu yang menjadi kebanggaan adalah baju adat yang beragam dari berbagai daerah. Dan tentu saja baju adat ini memiliki nilai history tersendiri dan menjadi budaya serta karakter daerah tersebut. Secara harfiah pakaian tradisional merupakan pakaian identitas suatu daerah yang digunakan sebagai identitas atau ciri khas dari daerah tersebut. 

Berikut ini beberapa baju adat tradisional yang ada:

Baju Bodo Makasar

Kebaya Jawa Tengah

Surjan Yogyakarta

Baju Adat Suku Rote Nusa Tenggara Timur

Saibatin Lampung

Baju Adat Suku Sasak Lombok

Kebaya Encim Betawi

Kebaya Rancongan Madura

Teluk Belanga Riau

Baju Betabur Bengkulu

Bedahan Jawa Barat

Sangkarut Kalimantan Tengah

Bundo Kanduang Sumatera Barat

Baju Ulos Sumatera Utara

Baju tradisional tersebut biasanya digunakan pada acara resmi maupun acara adat.

Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.

Share:

Wednesday, September 27, 2023

SENTUHAN BENANG EMAS PADA KAIN TENUN CUAL BABEL (BANGKA BELITUNG)

Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang Kain Tenun Cual Babel. Berikut ulasannya.

Sejarah kain tenun sudah ada sekitar abad ke 17 atau 18, dimana awalnya kain ini berasal dari kain songket Palembang yang kemudian berkembang di kota Muntok, Bangka. Menurut cerita, kain cual pertama kali diperkenalkan oleh pendiri sebuah toko kain Cual Ishadi yang berada di Pangkal Pinang. Kain cual dulunya dikenal dengan nama kain Limar Mentok. Muntok adalah nama tempat di Kepulauan Babel (Bangka Belitung) yang merupakan tempat berkembanganya kain cual pertama kalinya. Dulunya kain Limar ini ditenun oleh gadis-gadis yang belum menikah atau belum mendapatkan jodoh dan mereka mengisi kekosongan waktu dengan menenun kain cual.

Menurut artinya cual sendiri bermakna mencelup benang dengan pewarna. Sementara ada juga yang mengartikan, cual adalah menarik sampai lepas. Dalam hal ini, menarik benang emas di antara helaian benang-benang lain hingga terlepas dan membentuk kain yang mempunyai motif.

Seiring dengan berjalannya waktu, kain tenun cual meluas ke luar daerah Pangkal Pinang dan menjadi ciri khas seni wastra yang terkenal di Bangka Belitung. Bangka Belitung (Babel) merupakan salah satu wilayah di mana rata-rata masyarakatnya berprofesi sebagai petani rempah-rempah, sehingga jenis songket pada wilayah Bangka menggunakan motif tumbuhan perkebunan seperti lada, cengkeh. Kain tenun cual adalah kain tenun songket dengan corak khas budaya Melayu di Babel. Kain tenun cual terkenal karena tekstur kainnya yang begitu hakus, waran celupan benangnya tidak berubah serta mempunyai beragam motif yang seakan timbul jika dipandang dari kejauahan.


Bagi masyarakat Babel, kain tenun cual mempunyai fungsi dan kegunaan, yaitu :

1.     Sebagai pakaian resmi untuk acara besar maupun acara tradisional.

2.     Sebagai penutup kepala bagi pria Melayu atau yang disebut dengan destar, tanjak. Bisa juga digunakan sebagai sarung. Sedangkan untuk wanita sebagai selendang.

3.     Penutup seserahan dalam acara upacara pernikahan Melayu.


Kain Tenun Cual memiliki ciri khas , yaitu:

1. Corak ragam asli seperti  hewan laut sebagai motif khsa Babel yaitu  ubur-ubur,ketam, bunga khas Babel. Serta motif akulturasi dari budaya lain seperti motif bebek (dari India ), bulan dan bintang ( Islam ), burung hong dan naga , bungo cino ( China ) dan lainnya.

2. Mengingat kultur Islam sangat erat di kehidupan masyarakat Babel, motif kain tenun cual jarang menggunakan motif manusia atau hewan, kalaupun terinspirasi dari hewan, biasanya dimodifikasi atau disamarkan kedalam bentuk abstrak dan tidak seperti bentuk aslinya. Hal ini agar masyarakat umat Islam di Babel dapat menggunakannya dengan nyaman memakai kain tersebut untuk beribadah.



Memiliki sentuhan benang emas yang membentuk motif dimana motif tersebut merupakan motif yang solid dan rapat atau disebut dengan “Tepus”. Sementara benang emas yang motifnya tercerai-berai disebut “Taber” (tabur).

Terdapat motif segitiga yang disebut Pucuk Rebung, teriutama di pinggiran kain.

Pada kain cual terdapat 2 jenis motif benang emas, yaitu : 

1. Motif benang emas yang rapat dan mendominasi permukaan permukaan kain yang disebut “Tepus”.

2. Motif emasnya tersebar disebut “taber” ( tabur )

Pada tepi kain biasa dibuat motif tumpang, segitiga atau segitiga terputus yang disebut “Pucuk Rebung”. Pucuk rebung ini bermakna harapan untuk tumbuh menjadi batang bambu yang kuat dan lentur, tidak gampang tumbang bila diterpa angin yang melambangkan harapan yang baik.

Dari sisi pengaturan motif, kain tenun cual memiliki 2 ( dua ) ragam susunan yang mencakup :

1.     Motif bercorak penuh Pengaten Bekecak ( Pengantin Bersolek). Motifnya ramai dan banyak memiliki variasi dalam satu lembar kainnya.

2.     Motif Ruang Kosong yaitu Jande Bekecak ( Janda Bersolek ). Motif ini memiliki ragam variasi di pinggiran kain tetapi ada ruanga kosong di bagian tengah kain.


Berikut ini sebagian contoh motif kain tenun cual dan makna filosofinya :

1. Motif Bebek-bebekan


Mengandung arti bahwa manusia perlu disiplin, rukun, kompak dan taat aturan. Seperti halnya dengan bebek yang bersatu beriringan dan bergerak bersama dengan kelompoknya untuk mewujudkan tujuan bersama tanpa adanya perpecahan.

2. Motif Bebek Setaman

Motif ini melambangkan kerukunan dan kebersamaan yang menjadikan kehidupan indah dan damai.


 


 


3. Motif Burung Hong




 


4. Motif Naga Bertarung


Dalam mitologi China, hewan mitos naga dikenal sebagai hewan yang paling kuat. Makna yang ada di dalam motif ini adalah sebagai pesan untuk menjadi manusia yang kuat dan tegar serta menjaga kehormatan dengan melindungo orang yang lemah.


5. Motif Bunga China (Peony)



 


Dalam motif ini bermakna cinta kasih yang mengakarkan manusia agar saling mengasihi sesama dan tidak saling menyakiti.


6. Motif Kupu-Kupu


Sebagaimana kupu kupu yang selalu bertransformasi dari ulat menjadi kupu kupu yang cantik. Makna yang ada di dalam motif ini agar manusia selalu berubah ke arah kebaikan  dan tidak selalu melakukan keburukan serta bersedia menjadi sosok manusia yang baik


 


 


 


7. Motif Sumping Garuda



Makan yang terkandung dalam motif Sumping Garuda pada kain cual ini adalah sebagai symbol keangginan, kesucian dan kemulian dalam kehidupan.


8. Motif Garuda



Motif Garuda  bermakna agar manusia mempunyai sikap yang berani, kuat dan kokoh dalam kebenaran. Serta mempunyai sifat kejujuran dan kebenaran dan menghindari sifat pengecut.


9. Motif Kembang Cempaka



Seperti namanya Cempaka yang disimbolkan berwibawa dab harum baunya. Motif ini memiliki makna agar manusaia mampu bertanggung jawan dalam mengemban tugas dan kewajibannya. Serta mampu menjadi contoh suri tauladan yang baik sebagai pemimpin bagi anggotanya


 


 


 


 


 


 


 


 


10. Motif Kembang Gajah



Sama seperti tanaman kembang gajah yang tumbuh dari bawah untuk mencapai ketinggian, tanaman ini perlu dipupuk dan di rawat hingga mencapai ketinggian. Makan yang terkandung dalam kain cual motif kembang gajah ini adalah tidak ada yang dapat diraih secara instant untuk mendapatkan kedudukan tinggi, karena semua melalui proses yang harus di lewati dengan penuh perjuangan


 


11. Motif Burung Serindit


Melambangkan sifat kearifan dan kebijaksanaan.


 


 


12. Motif Awan Larat


Awan larat diambil dari bentuk awan yang tersusun rapi seakan akan beregerk karena tertiup angina. Makna yang terkandung di dalam motif ini adalah sikap yang lemah lembut, sopan santum, budi pekerti yang baik merupakan nilai-nilai melayu yang kerap diajarkan oleh orang tua kepada generasi muda agar selalu menerapkan kebaikan di segala hal


 


13. Motif Semut Beriringan


Seperti iringan semut yang saling guyub rukun dalam mencari makan bersama kelompoknya. Makan yang terkandung dalam motif ini tentang kerjasama dan saling membantu serta bergotong royong.


 


14. Motif Lebah Bergantung




Mana yang terkandung dalam motif ini adalah mengandung nilai kesetiakawanan, persahabatan dan mempererat tali persaudaraan. Salah satu motif kontemporer yang terinspirasi Lebah ini motif Lebah Pelawan yang mempunyai makna agar sesama manusia saling menghormati, bergotong royong dan saling melindungi satu sama lain.


Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.

Share:

GARIS LURUS DALAM LURIK SOLO DAN DIY


Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang Lurik Solo dan Lurik DIY. Berikut ulasannya.

Apabila kita pergi ke candi Borobudur akan kita jumpai alat tenun kain lurik yang dikenal dengan alat tenun gendong. Kain lurik umumnya berwarna dominan gelap, seperti hitam, hijau tua, coklat tua, kuning tua, merah tua dan sebagainya. Kata lurik atau lorek diambil dari bahasa jawa yang berarti lajur, lurus , belang atau garis.

Kain lurik dari Solo dikenal dengan nama polosan sedangkan di daerah Yogyakarta dikenal dengan amanan wareg. Motif dasar lurik berupa corak garis searah dan panjang yang disebut dengan lajur, garis searah dan lebar kain yang disebut pakan malang serta corak kecil-kecil yang disebut cacahan.

Ada dua jenis motif kain lurik, yaitu :

Lurik gedong madu biasanya digunakan dalam upacara adat mitoni ataupun siraman. 

Lasem yang biasanya digunakan untuk pakaian perlengkapan pengantin zaman dahulu.

Dahulu, pembuatan kain lurik menggunakan benang katun yang dipintal dengan tangan lalu benang tersebut ditenun menjadi selembar kain dengan alat yang disebut gedong dan pembuatannya pun dalam dua warna saya itu hitam dan putih dengan corak garis atau kotak.






Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.

Share:

KEINDAHAN SULAM PADA KAIN KARAWO GORONTALO


Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang Kain Karawo Gorontalo. Berikut ulasannya.

Seni kerajinan tangan atau menyulam yang menghasilkan Kain Karawo sudah ada di Gorontalo sebelum Belanda datang ke wilayah ini. Namun ketika Belanda datang ke daerah ini, kegiatan tradisi menyulam kain Karawo sempat dihilangkan oleh Belanda. Namun secara diam-diam masyarakat setempat melestarikannya secara turun temurun hingga saat ini.

Kain Karawo mempunyai ornamen pada bahan tekstil yang dibuat melalui proses desain, pengirisan dan pencabutan serat tekstil untuk membuat bidang dasar dan penyulaman kembali serat tekstil sehingga dapat membentuk motif tertentu. Semakin halus kain yang digunakan , maka semakin sulit proses pembuatannya terutama dalam mengiris dan mengurai benang, seperti kain sutra.

Ada 2 jenis bordir Karawo:

Manila Carabo

Dibuat dengan mengisi benang bordir secara berulang-ulang berdasarkan pada pola yang ada. Biasanya Sulaman jenis ini dapat dijumpai pada pakaian, baju kerja atau pakaian pesta.

Karavo ikat

Pembuatan karavo ikat dengan cara mengikat bagian-bagaian bahan yang telah diiris tipis -tipis dan diulirkan sesuai dengan pola yang dibuat. Sulaman ini dapat kita temukan pada bahan taplak meja, sarung bantal dan sarung kursi.





Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.

Share:

SULAMAN DALAM TUDUNG MANTO KEPULAUAN RIAU

Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang Kebaya Jawa Tengah. Berikut ulasannya.

Tudung Manto atau yang dikenal dengan penutup kepala wanita merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang berasal dari Kepulauan Riau, khususnya masyarakat Melayu Daik di Kabupaten Lingga. Penutup kepala ini sudah ada sejak Kerajaan Melayu Lingga yang berkuasa di Semenanjung Melayu. Awal mulanya Tudung Manto digunakan oleh seorang mempelai wanita pada saat acara pernikahan, dimana kain ini diberikan oleh orangtua pihak laki laki kepada menantunya dari golongan bangsawan pada acara adat. Namun saat ini, Tudung Manto bisa digunakan sebagai cinderamata bagi pengunjung. Sehingga dapat meningkatkan UMKM yang ada di Kabupaten Lingga khususnya.

Nama Tudung Manto sendiri awalnya bernama Melayah atau Tudung yang artinya tutup kepala dan Manto yang artinya sulaman atau bordiran yang menggunakan kelingkan atau benang khusus. Tudung Manto terbuat dari berbagai jenis kain seperti kain kase, kain sifon, kain sari dan kain sutera dengan beragam warnanya dengan ukuran yang bervariasi. Keberadaan Melayah ini diperkirakan sebagai hasil perpaduan budaya Arab dan India. Maka tak asing apabila kain ini memiliki kemiripan dengan kain sari yang digunakan oleh wanita India. 

Tudung Manto memiliki ciri khas berupa hiasan tekat yang dibuat menggunakan kawat lentur mirip benang dengan warna perak atau emas seperti benang berwarna perak atau emas yang disebut dengan genggeng atau kelingkan dan mempunyai berbagai motif. 

Berikut ini beberapa motif yang ada pada Tudung Manto:

Motif Tali Air bermakna kesatuan dan saling memiliki

Motif Tampuk Manggis dan bunga melur melambangkan kejujuran

Motif bintang bintang bermakna pengingat untuk berprilaku taat beribadah kepada Allah S.W.T

Motif Pecah piring dan sekuntum sekaki sebagai simbol pengingat untuk berbuat baik terhadap sesama manusia.

Motif Itik pulang petang menjadi dasar perilaku penting dan kerukunan

Motif bunga setaman melambangkan kegigihan.





Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.



Share:

TENUN ULAP DOYO KALIMANTAN TIMUR

Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang Tenun Ulap Doyo Kalimantan Timur. Berikut ulasannya.

TENUN ULAP DOYO KALIMANTAN TIMUR

Tenun merupakan keterampilan yang berupa kerajinan tangan dan sudah ada sejak zaman prasejarah serta terus berkembang hingga saat ini. Hasil kerajinannya disebut dengan sehelai bahan kain yang terbuat dari benang, serat benang, serat kayu, sutra , pelepah pohon, kapas , daun, dan lainnya dengan berbagai motif khas daerah tertentu. Salah satu hasil dari kain tenun yang bahan dasarnya terbuat dari serat daun adalah Kain Tenun Ulap Doyo.

Tenun Ulap Doyo berasal dari kata Ulap yang artinya kain dan Doyo adalah nama daun. Sedikit penjelasan mengenai daun doyo yang digunakan untuk membuat tenun ini : jenis tanaman ini sama bentuknya dengan daun pandan dan tumbuh liar di pinggiran hutan. Ulap Doyo merupakan pakaian khas suku Dayak Benuaq yang sudah ada diperkirakan sejak zaman kerajaan Kutai berdiri, ketika peradaban Hindu masuk ke Indonesia. Seperti halnya dengan kain dari daerah lain, tenun ini juga awalnya digunakan di kalangan kerajaan atau bangsawan. Namun saat ini, siapa saja dari golongan mana saja bisa memakai tenun tersebut.

Dulunya, motif kain tenun Ulap Doyo menandakan status sosial seseorang, mengingat masyarakat Dayak Benuaq kental dengan kehidupan budaya Hindu. Dan umumnya motif kain tenun ini menggambarkan flora dan fauna yang terdapat di sungai Mahakam, namun ada pula yang menggambarkan peperangan manusia dengan makhluk mitologi.

Motif yang ada seperti jautan nguku (awan berarak) yang dikenal oleh kaum bangsawan dan motif waniq ngelukng (sarang lebah) yang dikenakan oleh rakyat biasa. Begitu juga dengan warna yang ada di dalam tenun Ulap Doyo, kain tenun dengan dasar warna hitam biasanya digunakan untuk pakaian sehari hari. Sedangkan untuk warna dengan pola yang beragam digunakan untuk upacara adat atau kegiatan acara penting lainnya.






Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.

Share:

Tuesday, September 26, 2023

BERBAGAI MACAM JENISKAIN TRADISIONAL ENDEK BALI

 

Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang Kain Endek Bali. Berikut ulasannya.

Endek berasal dari kata gendekan atau ngendek yang berarti diam atau tetap atau tidak berubah warnanya. Bentuk kain endek terdiri dari sarung , kain panjang, dan selendang. Sarung endek biasanya digunakan oleh laki-laki, sedangkan kain panjang digunakan oleh perempuan.

Motif yang ada di Kain endek antara lain:

Motif motif yang bersumber dari flora dan fauna biasanya digunakan dalam kegiatan sosial maupun aktivitas sehari-hari. Tampilannya cenderung rapat dan harmonis.


Motif geometris yang merupakan motif tertua yang digunakan sebagai simbol keyakinan masyarakat Bali. 


Motif figuratif biasanya mengadaptasi tokoh manusia atau perwayangan yang digambarkan lebih sederhana secara utuh maupun sebagian.

Gabungan dari motif-motif yang telah ada sebelumnya dan disesuaikan dengan keyakinan masyarakat dinamakan motif dekoratif.


Patra dan encak saji dengan ilustrasi yang menunjukkan penghormatan pada Sang Pencipta. Motif ini biasanya digunakan sebagai upacara keagamaan

Masyarakat Bali memproduksi kain endek dengan menggunakan alat tenun dan bisa kita jumpai di kawasan Karangasem, Klungkung, Buleleng, dan Jembaran.

Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.
Share:

Translate

Pages

Powered by Blogger.