Personal Blog @Fernanda Petrova, Blog yang membahas tentang Jenis Kain tradisional Nusantara

Wednesday, September 27, 2023

TENUN ULAP DOYO KALIMANTAN TIMUR

Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang Tenun Ulap Doyo Kalimantan Timur. Berikut ulasannya.

TENUN ULAP DOYO KALIMANTAN TIMUR

Tenun merupakan keterampilan yang berupa kerajinan tangan dan sudah ada sejak zaman prasejarah serta terus berkembang hingga saat ini. Hasil kerajinannya disebut dengan sehelai bahan kain yang terbuat dari benang, serat benang, serat kayu, sutra , pelepah pohon, kapas , daun, dan lainnya dengan berbagai motif khas daerah tertentu. Salah satu hasil dari kain tenun yang bahan dasarnya terbuat dari serat daun adalah Kain Tenun Ulap Doyo.

Tenun Ulap Doyo berasal dari kata Ulap yang artinya kain dan Doyo adalah nama daun. Sedikit penjelasan mengenai daun doyo yang digunakan untuk membuat tenun ini : jenis tanaman ini sama bentuknya dengan daun pandan dan tumbuh liar di pinggiran hutan. Ulap Doyo merupakan pakaian khas suku Dayak Benuaq yang sudah ada diperkirakan sejak zaman kerajaan Kutai berdiri, ketika peradaban Hindu masuk ke Indonesia. Seperti halnya dengan kain dari daerah lain, tenun ini juga awalnya digunakan di kalangan kerajaan atau bangsawan. Namun saat ini, siapa saja dari golongan mana saja bisa memakai tenun tersebut.

Dulunya, motif kain tenun Ulap Doyo menandakan status sosial seseorang, mengingat masyarakat Dayak Benuaq kental dengan kehidupan budaya Hindu. Dan umumnya motif kain tenun ini menggambarkan flora dan fauna yang terdapat di sungai Mahakam, namun ada pula yang menggambarkan peperangan manusia dengan makhluk mitologi.

Motif yang ada seperti jautan nguku (awan berarak) yang dikenal oleh kaum bangsawan dan motif waniq ngelukng (sarang lebah) yang dikenakan oleh rakyat biasa. Begitu juga dengan warna yang ada di dalam tenun Ulap Doyo, kain tenun dengan dasar warna hitam biasanya digunakan untuk pakaian sehari hari. Sedangkan untuk warna dengan pola yang beragam digunakan untuk upacara adat atau kegiatan acara penting lainnya.






Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.

Share:

0 comments:

Post a Comment

Translate

Pages

Powered by Blogger.