Hallo Sobat Fernanda, semoga kita selalu di berikan kesehatan, keberkahan dan kelancaran. Kali ini Fernanda akan mengulas tentang Kain Tenun Cual Babel. Berikut ulasannya.
Sejarah kain tenun sudah ada sekitar abad ke 17 atau 18, dimana awalnya kain ini berasal dari kain songket Palembang yang kemudian berkembang di kota Muntok, Bangka. Menurut cerita, kain cual pertama kali diperkenalkan oleh pendiri sebuah toko kain Cual Ishadi yang berada di Pangkal Pinang. Kain cual dulunya dikenal dengan nama kain Limar Mentok. Muntok adalah nama tempat di Kepulauan Babel (Bangka Belitung) yang merupakan tempat berkembanganya kain cual pertama kalinya. Dulunya kain Limar ini ditenun oleh gadis-gadis yang belum menikah atau belum mendapatkan jodoh dan mereka mengisi kekosongan waktu dengan menenun kain cual.
Menurut artinya cual sendiri bermakna mencelup benang dengan pewarna. Sementara ada juga yang mengartikan, cual adalah menarik sampai lepas. Dalam hal ini, menarik benang emas di antara helaian benang-benang lain hingga terlepas dan membentuk kain yang mempunyai motif.
Seiring dengan berjalannya waktu, kain tenun cual meluas ke luar daerah Pangkal Pinang dan menjadi ciri khas seni wastra yang terkenal di Bangka Belitung. Bangka Belitung (Babel) merupakan salah satu wilayah di mana rata-rata masyarakatnya berprofesi sebagai petani rempah-rempah, sehingga jenis songket pada wilayah Bangka menggunakan motif tumbuhan perkebunan seperti lada, cengkeh. Kain tenun cual adalah kain tenun songket dengan corak khas budaya Melayu di Babel. Kain tenun cual terkenal karena tekstur kainnya yang begitu hakus, waran celupan benangnya tidak berubah serta mempunyai beragam motif yang seakan timbul jika dipandang dari kejauahan.
Bagi masyarakat Babel, kain tenun cual mempunyai fungsi dan kegunaan, yaitu :
1. Sebagai pakaian resmi untuk acara besar maupun acara tradisional.
2. Sebagai penutup kepala bagi pria Melayu atau yang disebut dengan destar, tanjak. Bisa juga digunakan sebagai sarung. Sedangkan untuk wanita sebagai selendang.
3. Penutup seserahan dalam acara upacara pernikahan Melayu.
Kain Tenun Cual memiliki ciri khas , yaitu:
1. Corak ragam asli seperti hewan laut sebagai motif khsa Babel yaitu ubur-ubur,ketam, bunga khas Babel. Serta motif akulturasi dari budaya lain seperti motif bebek (dari India ), bulan dan bintang ( Islam ), burung hong dan naga , bungo cino ( China ) dan lainnya.
2. Mengingat kultur Islam sangat erat di kehidupan masyarakat Babel, motif kain tenun cual jarang menggunakan motif manusia atau hewan, kalaupun terinspirasi dari hewan, biasanya dimodifikasi atau disamarkan kedalam bentuk abstrak dan tidak seperti bentuk aslinya. Hal ini agar masyarakat umat Islam di Babel dapat menggunakannya dengan nyaman memakai kain tersebut untuk beribadah.
Memiliki sentuhan benang emas yang membentuk motif dimana motif tersebut merupakan motif yang solid dan rapat atau disebut dengan “Tepus”. Sementara benang emas yang motifnya tercerai-berai disebut “Taber” (tabur).
Terdapat motif segitiga yang disebut Pucuk Rebung, teriutama di pinggiran kain.
Pada kain cual terdapat 2 jenis motif benang emas, yaitu :
1. Motif benang emas yang rapat dan mendominasi permukaan permukaan kain yang disebut “Tepus”.
2. Motif emasnya tersebar disebut “taber” ( tabur )
Pada tepi kain biasa dibuat motif tumpang, segitiga atau segitiga terputus yang disebut “Pucuk Rebung”. Pucuk rebung ini bermakna harapan untuk tumbuh menjadi batang bambu yang kuat dan lentur, tidak gampang tumbang bila diterpa angin yang melambangkan harapan yang baik.
Dari sisi pengaturan motif, kain tenun cual memiliki 2 ( dua ) ragam susunan yang mencakup :
1. Motif bercorak penuh Pengaten Bekecak ( Pengantin Bersolek). Motifnya ramai dan banyak memiliki variasi dalam satu lembar kainnya.
2. Motif Ruang Kosong yaitu Jande Bekecak ( Janda Bersolek ). Motif ini memiliki ragam variasi di pinggiran kain tetapi ada ruanga kosong di bagian tengah kain.
Berikut ini sebagian contoh motif kain tenun cual dan makna filosofinya :
1. Motif Bebek-bebekan
Mengandung arti bahwa manusia perlu disiplin, rukun, kompak dan taat aturan. Seperti halnya dengan bebek yang bersatu beriringan dan bergerak bersama dengan kelompoknya untuk mewujudkan tujuan bersama tanpa adanya perpecahan.
2. Motif Bebek Setaman
Motif ini melambangkan kerukunan dan kebersamaan yang menjadikan kehidupan indah dan damai.
3. Motif Burung Hong
4. Motif Naga Bertarung
Dalam mitologi China, hewan mitos naga dikenal sebagai hewan yang paling kuat. Makna yang ada di dalam motif ini adalah sebagai pesan untuk menjadi manusia yang kuat dan tegar serta menjaga kehormatan dengan melindungo orang yang lemah.
5. Motif Bunga China (Peony)
Dalam motif ini bermakna cinta kasih yang mengakarkan manusia agar saling mengasihi sesama dan tidak saling menyakiti.
6. Motif Kupu-Kupu
Sebagaimana kupu kupu yang selalu bertransformasi dari ulat menjadi kupu kupu yang cantik. Makna yang ada di dalam motif ini agar manusia selalu berubah ke arah kebaikan dan tidak selalu melakukan keburukan serta bersedia menjadi sosok manusia yang baik
7. Motif Sumping Garuda
Makan yang terkandung dalam motif Sumping Garuda pada kain cual ini adalah sebagai symbol keangginan, kesucian dan kemulian dalam kehidupan.
8. Motif Garuda
Motif Garuda bermakna agar manusia mempunyai sikap yang berani, kuat dan kokoh dalam kebenaran. Serta mempunyai sifat kejujuran dan kebenaran dan menghindari sifat pengecut.
9. Motif Kembang Cempaka
Seperti namanya Cempaka yang disimbolkan berwibawa dab harum baunya. Motif ini memiliki makna agar manusaia mampu bertanggung jawan dalam mengemban tugas dan kewajibannya. Serta mampu menjadi contoh suri tauladan yang baik sebagai pemimpin bagi anggotanya
10. Motif Kembang Gajah
Sama seperti tanaman kembang gajah yang tumbuh dari bawah untuk mencapai ketinggian, tanaman ini perlu dipupuk dan di rawat hingga mencapai ketinggian. Makan yang terkandung dalam kain cual motif kembang gajah ini adalah tidak ada yang dapat diraih secara instant untuk mendapatkan kedudukan tinggi, karena semua melalui proses yang harus di lewati dengan penuh perjuangan
11. Motif Burung Serindit
Melambangkan sifat kearifan dan kebijaksanaan.
12. Motif Awan Larat
Awan larat diambil dari bentuk awan yang tersusun rapi seakan akan beregerk karena tertiup angina. Makna yang terkandung di dalam motif ini adalah sikap yang lemah lembut, sopan santum, budi pekerti yang baik merupakan nilai-nilai melayu yang kerap diajarkan oleh orang tua kepada generasi muda agar selalu menerapkan kebaikan di segala hal
13. Motif Semut Beriringan
Seperti iringan semut yang saling guyub rukun dalam mencari makan bersama kelompoknya. Makan yang terkandung dalam motif ini tentang kerjasama dan saling membantu serta bergotong royong.
14. Motif Lebah Bergantung
Mana yang terkandung dalam motif ini adalah mengandung nilai kesetiakawanan, persahabatan dan mempererat tali persaudaraan. Salah satu motif kontemporer yang terinspirasi Lebah ini motif Lebah Pelawan yang mempunyai makna agar sesama manusia saling menghormati, bergotong royong dan saling melindungi satu sama lain.
Demikian sobat Fernanda ulasan tentang tersebut diatas. Fernanda yakin bahasan ini jauh dari sempurna, dan fernanda harap sobat fernanda dapat menyempurnakannya dengan memberikan komentar kritik dan saran yang membangun atas bahasan ini. Sampai bertemu kembali sobat fernanda di postingan Fernanda yang akan datang. Salam Sehat dan Salam Sukses Selalu, Semoga Kita Semua selalu di berikan kemudahan dan kelancaran, Amin.









0 comments:
Post a Comment